KALAU NAK BELI SOMETHING SPECIAL TUK SOMEONE SPECIAL , MEH CLIK SINI.. X RUGI PUNYA

.

JOM FOLLOW KU

Monday, August 6, 2012

Renungan Buat Suami Yang Merasakan Isterinya Kuat Berleter

.
Ada tak isteri yang tidak berleter? Susah menemukannya.Bahkan isteri
Khalifah sehebat Umar bin Khatab pun sama.Seorang lelaki berjalan
 tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab.Dia ingin
mengadu pada khalifah, tak tahan dengan leteran isterinya.Begitu
sampai di depan rumah khalifah,lelaki itu terkejut.Dari dalam rumah
 terdengar isteri Umar sedang berleter, marah-marah. leteran isteri
khalifah melebihi leteran isterinya yang akan diadukannya pada
khalifah Umar. 

Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah.
khalifah Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah.
Akhirnya lelaki tersebut mengurungkan niatnya,membatalkan
pengaduan isterinya kepada khalifah Umar.Apa yang membuat
seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan,
berdiam diri saat istrinya berleter? Mengapa dia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, dia selalu tegas pada
siapapun?.Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.Apakah 5 hal tersebut?.

1. Isteri sebagai benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan lelaki ada di mata. Jika dia tidak boleh menundukkan
pandangannya, niscaya panah-panah syaitan akan terkena pada
matanya,membidik tubuh-tubuh yang elok di sekelilingnya. Panah
yang tertancap membuat darah bergolak, membangkitkan raksasa
dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun
demi terpuasnya satu hal,syahwat.Adalah sang isteri yang selalu
berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai
benih, menuai buah di kemudian hari.Isteri adalah tempat dia
mengalirkan berjuta gelora. 

Biar lepas dan bukan azab yang kelak akan diterimanya.Dia
malah mendapatkan dua kenikmatan, dunia dan akhirat.Maka,
ketika Umar terpikat pada lenggokkan penari yang datang
dari kobaran api, dia akan ingat pada istrinya, pada penyelamat
yang melindunginya dari lenggokkan indah namun membakar.
Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan lenggokkan
yang sama, malah lebih indah. Membawanya ke langit biru.
Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri
yang solehah selalu menjadi semangatnya dalam mencari nafkah.

2. Isteri sebagai pemelihara Rumah

Pagi hingga petang suami bekerja. Berpeluh. Terkadang
sampai menjelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap
hari selalu begitu. Dia mengumpulkan dan terkadang tak begitu
peduli dengan apa yang dikumpulkannya.Mendapatkan wang,
beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga,
memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata,
bahkan darah tidak menjadi sia-sia. 

Ada isteri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam,
tanpa bayaran.Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga
 hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa
memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula dia mau
dibayar. Niscaya susah menemukan pemelihara rumah yang
lebih prihatin daripada isterinya. Umar ingat betul akan hal itu.
Maka tak ada salahnya dia mendengarkan leteran isterinya,
kerana (mungkin) dia penat menjaga harta-harta milik suami
yang semakin hari semakin membebankan.

3. Isteri sebagai Penjaga Penampilan

Umumnya lelaki tak pandai menjaga penampilan. Kulit hitam legam
tapi pakai pula pakaian warna gelap.Tubuh pendek malah suka
pakai baju saiz besar. Atas dan bawah selalu tak sepadan.
Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan
pakaiannya, memilih apa yang sesuai untuknya, menjahitkan
sendiri di waktu luang, menampal bila ada yang koyak. Suami yang
tampil menawan adalah wujud keprihatinan isteri.Tak mengapa
mendengarnya berkeluh kesah atas kecekapannya itu.

4. Isteri sebagai pengasuh anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar.
Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih
hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di
situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kukuh dan kuat.
Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah isteri
yang dipersalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami
maju ke hadapan.Baik buruknya sang tunas beberapa tahun
ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar
akan hal itu.

5. Isteri sebagai penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami kepenatan. tenaga terkuras, beraktiviti
seharian. Dia memerlukan makan untuk mengembalikan tenaga.
Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan, ayam panggang
masak kicap, sayur asam, sambal belacan dan ulam. Tak
terpikir olehnya harga ayam melambung, tadi pagi istrinya
sempat berdebat,tawar-menawar,kerana harga melebihi bajet. 

Tak perlu suami memotong sayuran, cili dan bawang. Tak
pening dia memikirkan berapa ukuran perencah agar rasa sesuai
di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang
dengan jumlah berlebihan, meninggalkan sedikit saja untuk isteri
si tukang masak. Tanpa sedar isteri selalu menjadi tukang
masak terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa
yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peranan isteri ini, Umar kerap diam
setiap istrinya berleter. Mungkin dia penat, mungkin dia lelah
dengan segala beban rumah tangga di bahunya. Isteri telah
berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya,
menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan
hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri,
tak mengapa kalifah umar mendengarkan keluh kesah isterinya.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan isteri untuk
menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila isteri sudah
puas menumpahkan kata-katanya, barulah dia menasehati,
dengan cara yang baik, dengan bergurau. Hingga terhindarlah
pertumpahan ludah dan caci maki tidak terpuji.Akankah
suami-suami masa kini dapat mencontohi perbuatan kalifah
Umar ini.Kalifah umar tidak hanya berhasil memimpin
negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

WallahuAlam.

4 comments:

  1. hopefully mereka yg bergelar suami ni igtlah selalu kebaikan2 yg telah isteri mereka lakukan..

    *Aku ni jenis kuat mmbebel gak ni..huk2..

    ReplyDelete
  2. panjangnya entry dia..hehe
    dah folo
    tq visit me..

    http://qasehraihan.blogspot.com/2012/08/cantiknya-kurma-puasaku-kali-ini.html

    ReplyDelete
  3. huhuh sayu dan rasa hiba lak
    kalaulahh semua suami2 diluar sana boleh baca artikel nie zura ..
    alangkah indah hidup berumahtangga !

    ReplyDelete
  4. isteri mmg patut dihargai oleh suami

    ReplyDelete

salam kengkawan , sudi2 ler komen entry ku ini .. muah muah